A. Tujuan[kembali]
1.
Dapat memahami apa yang dimaksud dengan Komparator Inverting
2.
Dapat memahami rangkaian Komparator Inverting
3.
Dapat mensimulasikan rangkaian Komparator Inverting
B. Komponen[kembali]
1.
Baterai
Baterai adalah perangkat
yang terdiri dari satu atau lebih sel
elektrokimia dengan koneksi eksternal yang digunakan
untuk memberi daya pada perangkat listrik (sumber energi listrik).
2. Resistor
Resistor
merupakan salah satu komponen yang digunakan dalam sebuah sirkuit atau
rangkaian elektronik. Resistor berfungsi sebagai resistansi/ hambatan yang
mampu mengatur atau mengendalikan tegangan dan arus listrik rangkaian. Resistor
mempunyai nilai resistansi (tahanan) tertentu yang dapat memproduksi tegangan
listrik di antara kedua pin dimana nilai tegangan terhadap resistansi tersebut
berbanding lurus dengan arus yang mengalir, berdasarkan persamaan hukum Ohm :
Penjelasan
pita sensor
3. Vsine
Vsine
digunakan sebagai sumber AC.
4.
Ground
Ground adalah sistem
pentanahan yang terpasang pada suatu instalasi listrik yang bekerja untuk
meniadakan beda potensial dengan mengalirkan arus sisa dari kebocoran tegangan
atau arus dari sambaran petir ke bumi serta memberikan perlindungan pada
seluruh sistem listrik.
5. Osiloskop
Osiloskop adalah alat ukur elektronik yang dapat memetakan
atau memproyeksikan sinyal listrik dan frekuensi menjadi gambar grafik agar
dapat dibaca dan mudah dipelajari.
6. Op-Amp
Operasional amplifier
atau yang lebih sering disebut op amp merupakan suatu komponen elektronika
analog yang berfungsi sebagai penguat atau amplifier multiguna yang diwujudkan
dalam sebuah IC op amp.
C. Dasar Teori[kembali]
a. Dengan Vref = 0Volt
Rangkaian komparator inverting
dengan tegangan input Vi berupa gelombang segitiga dan tegangan referensi Vref
= 0 Volt adalah seperti gambar 88.
Untuk menghitung berapa tegangan
ambang VUT(Upper Threshold Voltage) atau VLT(Lower Threshold Voltage) maka
lakukan pemisalan kondisiteganganoutputVO samadengan+Vsat atau–Vsat. Misalkan
tegangan output VO = +Vsat seperti gambar 89 maka dapat
dihitung tegangan ambang batas VUT:
Misalkan
tegangan output VO = -Vsat seperti gambar 90 maka dapat dihitung tegangan
ambang bawah VLT:
Bentuk
gelombang tegangan output VO adalah seperti pada gambar 91 dan karakteristik
I-O seperti pada gambar 92.
b. Dengan Vref ≠ 0Volt
Rangkaian komparator inverting
dengan tegangan input Vi berupa gelombang segitiga dan tegangan referensi Vref ≠ 0 Volt adalah seperti gambar 93.
Misalkan
tegangan output VO = +Vsat seperti gambar 94 maka dapat dihitung tegangan
ambang atas VUT:
Misalkan
tegangan output VO = -Vsat seperti gambar 95 maka dapat dihitung tegangan
ambang bawah VLT :
Bentuk
gelombang tegangan output VO adalah seperti pada gambar 96 dan gambar 97 dan
karakteristik I-O seperti pada gambar 98 dan gambar 99.
D.
Prinsip Kerja[kembali]
a. Vref = 0 Volt
Vsine akan mengeluarkan gelombang
input yang kemudian diteruskan ke kaki inverting op-amp dan terus ke ground.
jika tegangan outputnya + maka tegangan upper threshold dapat dihitung,
sedangkan tegangan outputnya - maka dapat dihitung tegangan lower threshold
b. Vref ≠ 0 Volt
1. Saat Vo bernilai
negatif
Vsine akan mengeluarkan gelombang
input yang kemudian diteruskan ke kaki inverting op-amp dan terus ke tegangan
referensi yang bernilai negatif. jika Vi > Vlt maka Vo bernilai - dan jika
Vi ≤ Vlt maka Vo bernilai +
2. Saat Vo bernilai
positif
E. Gambar Rangkaian[kembali]
b. Vref ≠ 0Volt
1. Saat Vo bernilai
negatif
2. Saat Vo bernilai
positif
F. Video Simulasi Rangkaian[kembali]
a. Saat Vref = 0 Voltb. Saat Vref ≠ 0 Volt
1. Saat Vo bernilai negatif
2. Saat Vo bernilai positif
G. Download[kembali]
Materi >> klik disini
HTML >> klik disini
Video rangkaian a >> klik disini
Video rangkaian b
1. Video rangkaian b1>> klik disini
2. Video rangkaian b2>> klik disini
Rangkaian a >> klik disini
Rangkaian b
1. Rangkaian b1 >> klik disini
1. Rangkaian b2 >> klik disini
Datasheet resistor >> klik disini
Datasheet Op-Amp LF347 >> klik disini



























Tidak ada komentar:
Posting Komentar