Perbaikan

        Pada sensor ultrasonic tambahkan rangkaian op amp multivibrator one shot (monostable multivibrator) yang disambungkan dengan kaki echo setelah itu ke op-amp penguat non inverting

 

a. Saat transistor off (kondisi awal)




 b. Transistor aktif (stabil)




 c. Transistor aktif (tidak stabil)




 Prinsip kerja :

            Saat power supplay mengalirkan arus ke switch tertutup sw-spdt lalu masuk ke transistor maka transistor Q5 aktif. Kaki trigger sebagai input dan kaki echo sebagai output. Untuk mentrigger ultrasonic maka ada pantulan sinyal (gelombang ultrasonic) dari transmitter. Apabila ada benda di depan sensor ultrasonic, maka gelombang bunyi (gelombang ultrasonic) akan dipantulkan dan diterima oleh receiver ultrasonic. Karena menerima sinyal (gelombang ultrasonic), sensor ultrasonic berlogic state 1 maka aka nada output dari kaki echo lalu mengalirkan arus ke op-amp one shot multivibratorOp-Amp ini berguna untuk membuat ouput menjadi stabil dalam waktu tertentu (10 us). Dapat dilihat pada ketiga gambar diatas bahwa ada perubahan tegangan pada op-amp one shot multivebrator dari 5.47 Volt ke 5.49 Volt lalu kembali lagi ke 5.47 Volt. Setelah itu arus akan mengalir ke op-amp penguat non inverting dan akan diperkuat 2 kali. Lalu arus mengalir ke resistor lalu masuk ke base transistor Q6. Pada transistor Q6 bernilai >0.7 Volt maka transistor aktif. Arus dari power supplay akan masuk ke emitter lalu ke kolektor dan ke ground. Transistor aktif maka relay juga aktif sehingga switch berpindah ke kiri. Arus dari power supplay akan masuk ke relay lalu ke buzzer lalu ke ground. Buzzer aktif menandakan bahwa ada objek berupa benda di depan seorang tunanetra.

Video



Download 

rangkaian perbaikan >> klik disini 

video rangkaian >> klik disini


Tidak ada komentar:

Posting Komentar